Perkembangan Pembangunan Jalan Tol Pejagan Pemalang

Tol Pejagan Pemalang

Di indonesia, jumlah jalan tol kini sudah terbilang cukup banyak tersebar di berbagai daerah dan salah satunya adalah jalan tol pejagan – pemalang. Tol pejagan pemalang ini merupakan jalan tol yang memiliki panjang sekitar 57.5 km dan menghubungkan daerah bernama pejagan yang berlokasi di brebes dengan kota pemalang di jawa tengah. Jalan tol yang satu ini merupakan bagian dari salah satu ruas tol yang akan digunakan dalam pembangunan jalan tol trans jawa yang dijadikan sebagai tol penghubung antara 2 kota besar yaitu jakarta dan surabaya. Mega proyek ini sendiri hingga saat ini masih dalam tahap proses pengerjaan.

Manfaat dan tujuan jalan tol

Kita ketahui bahwa jalan tol merupakan jalur alternatif untuk kendaraan roda empat yang sangat berguna dan bermanfaat bagi para pengguna jalan. Tak hanya membebaskan dari kemacetan lalu lintas, dengan jalan tol juga pengendara akan lebih hemat baik dalam bentuk biaya maupun dalam bentuk waktu. Selain itu bagi pemerintahan sendiri, pembangunan jalan tol ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan juga perkembangan wilayah. Hal ini tentu saja akan juga mempengaruhi peningkatan kesejahteraan rakyat yang sangat diusahakan dan diharapkan oleh pemerintah.

Sedangkan pembangunan dan penyelenggaraan jalan tol sendiri memiliki tujuan utama yaitu untuk memberikan kelancaran pada lalu lintas kendaraan di berbagai daerah yang telah berkembang. Selain itu, tujuan pembangunan jalan tol adalah meningkatkan pemerataan terhadap hasil dari pembangunan dan juga keadilan serta memberikan keringanan beban dana bagi pemerintah lewat partisipasi dari para pengguna jalan. Dari berbagai manfaat dan tujuan pembangunan jalan tol tersebut, tentu hal ini berlaku bagi setiap pembangunan jalan tol dimanapun termasuk juga tol pejagan – pemalang ini.

Pembangunan tol pejagan – pemalang

Proyek pembangunan jalan tol yang menghubungkan pejagan hingga pemalang ini telah dimulai sejak juli 2014 lalu dengan konstruksi jalan yang menggunakan cara pengerasan kaku atau rigid pavement dengan tahap awal sebanyak empat jalur dan enam jalur untuk bagian tahap akhirnya. Jalannya pembangunan jalan tol ini tentu tak lepas dari usaha pemerintah khususnya badan pengatur jalan tol atau bpjt yang berada di bawah departemen pekerjaan umum. Bpjt tentu terus berusaha menarik para invenstor untuk menandatangani perjanjian investasi dalam proyek tol pejagan – pemalang ini hingga kini telah diperoleh total investasi sebesar 4,08 triliun rupiah.

Dalam pembangunannya, tol pejagan – pemalang memiliki panjang dengan total yang mencapai 57,7 yang terbentang melintasi 3 kabupaten di jawa tengah yaitu kabupaten brebes, kabupaten tegal dan kabupaten pemalang. Proyek pembangunan ini kemudian terbagi dalam 4 seksi yaitu seksi i yang berlokasi di pejagan hingga brebes barat yang memiliki panjang 14,20 km. Lalu seksi ii berlokasi di brebes barat hingga brebes timur sepanjang 6,00 km, kemudian seksi iii yang berlokasi di brebes timur hingga tegal timur dengan panjang 10,40 km dan terakhir seksi iv berlokasi di tegal timur menuju pemalang dengan panjang 26,90 km.

Sedangkan untuk teknis pembangunan, jalan tol pejagan – pemalang ini tentu saja tetap mengikuti standar pembangunan konstruksi yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu 2×2 lajur untuk tahap awal dan 2×3 untuk tahap akhir. Untuk masalah lahan, tentu pada awalnya tak akan jauh berbeda dengan permasalahan pembangunan tol lainnya yaitu kesulitan dalam pembebasan lahan. Masalah pembebasan lahan sepertinya selalu menjadi masalah utama yang menghambat proses penyelesaian pembangunan. Namun seperti proyek lainnya, pemerintah pun akhirnya berhasil mengatasi masalah tersebut dan tak lama kemudian lahan untuk 2 seksi dari 4 seksi yang ada telah mencapai 95 persen dibebaskan.

Pembangunan tol pejagan – pemalang ini sendiri memiliki target dan sasaran tertentu. Seperti yang dinyatakan oleh salah satu investor proyek tol pejagan – pemalang ini bahwa tol pejagan – pemalang akan dapat memperkuat jaringan pada transportasi darat terutama dari wilayah sekitar jabodetabek hingga wilayah jawa tengah dan sekitarnya. Diharapkan dari pembangunan tol ini juga dapat membantu dalam meningkatkan perekonomian rakyat atau masyarakat sekitar sehingga kesejahteraan rakyat pun akan otomatis juga meningkat. Ini tentu sejalan dengan program presiden jokowi tentang pembangunan infrastruktur yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat indonesia.

Selain itu, kementrian pekerjaan umum juga mencanangkan bahwa proyek pembangunan jalan tol pejagan – pemalang ini merupakan salah satu solusi yang sangat tepat dalam mengatasi masalah kemacetan kendaraan yang selalu menumpuk di jalur pantura terutama pada saat arus mudik lebaran di setiap tahunnya. Ini disebabkan keadaan jalur pantura yang tak mungkin untuk bisa dilebarkan lagi karena banyak aktivitas perekonomian masyarakat yang tersebar di sekitarnya. Maka pembangunan jalan tol adalah solusi yang paling tepat.

Pembukaan tol pejagan pemalang

Mudik lebaran memang saat-saat yang ditunggu bagi sebagian besar orang. Untuk itu, dalam menyikapi hal ini kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (pupr) pun memberikan perhatiannya untuk mempersiapkan berbagai fasilitas berupa rest area, posko kesehatan dan tak kalah pentingnya adalah infrastruktur jalan khususnya jalur darat yang akan menunjang tradisi tahunan ini. Penambahan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan pada saat mudik lebaran merupakan solusi yang sangat dibutuhkan. Maka dari itu, kementrian PUPR akhirnya memilih tol pejagan – pemalang sebagai alternatifnya.

Proyek pembangunan tol pejagan – pemalang sendiri merupakan salah satu proyek yang dimulai sejak 2014 lalu dan masih berjalan hingga saat ini. Proses penyelesaiannya ditargetkan akan rampung pada tahun 2016 mendatang dan saat ini proyek tersebut telah mencapai tahap sekitar 50 persen pembangunan. Meskipun masih setengah jalan dari proses penyelesaian, namun pemerintah tetap menggunakan tol pejagan – pemalang ini untuk mengatasi kemacetan mudik lebaran tahun ini. Menjelang waktu mudik lebaran, kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat meminta untuk pimpinan proyek untuk mempersiapkan jalan tol ini agar bisa digunakan pada waktunya. Maka pada tanggal 10 juni 2015 lalu, tol pejagan – pemalang dibuka sementara selama arus mudik berlangsung. Menurut sekretaris dari perusahaan yang menjadi investor proyek tol pejagan – pemalang, jalur sisi kiri dari pembangunan tol yang telah selesai dikerjakan menggunakan aspal jenis agregat a dengan lapis setebal 10 cm ini bisa digunakan oleh para pemudik. Dengan pembukaan sementara ini, tentu para pemudik tak akan lagi harus merasa pusing ataupun kesal karena kemacetan panjang yang selalu terjadi setiap tahunnya.

Demikian ulasan mengenai proyek pembangunan tol pejagan – pemalang yang merupakan salah satu bagian dari jalan tol trans jawa yang masih dalam proses pembangunan hingga saat ini. Setiap proyek pembangunan jalan tentu saja memiliki tujuan dan manfaat yang sangat berguna bagi masyarakat pengguna jalan. Untuk itu, sebagai pengguna jalan anda juga harus ikut memeliharanya dengan mematuhi segala peraturan lalu lintas yang ada karena manfaatnya pun akan kembali pada diri anda sendiri. Sekian dan semoga ulasan jalan tol pejagan – pemalang ini dapat menambah informasi yang ingin anda ketahui.

Deskripsi : jalan tol pejagan – pemalang merupakan salah satu bagian tol trans jawa yang menghubungkan pejagan, brebes hingga pemalang