Sejarah Singkat Jalan Tol Cikampek Palimanan

Jalan Tol Cikampek Palimanan

Jalan Tol Cikampek Palimanan atau tol cipali merupakan nama awal yang disematkan kepada jalan tol Cipali atau tol Cikopo Palimanan pada awal dibangunnya. Jalan tol yang membentang sepanjang 116,75 km dan merupakan jalan tol yang terpanjang di Indonesia ini memang pada awalnya bernama jalan tol cikapali atau cikampek palimanan, namun seiring dengan terjadinya kontroversi terkait penamaan tersebut akhirnya nama jalan tol Cikapali pun berganti dengan nama menjadi jalan tol Cipali atau Cikopo Palimanan. Lantas seperti apakah sejarah dan juga seluk beluk dari jalan tol Cipali ini? Simak dalam ulasan singkat berikut ini.

Sejarah singkat Jalan Tol Cikampek Palimanan

Jalan tol yang mulai dibangun pada tahun 2011 dan selesai tahap pembangunannya pada tahun 2015 ini merupakan jalan tol yang dikelola oleh PT LMS atau Lintas Marga Sedaya yang juga biasa disebut dengan Linmas. Jalan tol yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon ini merupakan jalan tol lanjutan antara jalan tol Jakarta-Cikampek dan menghubungkan jalan tol Palimanan-Kanci. Jalan tol ini juga termasuk dalam bagian JTTJ atau jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan antara Merak, Banten sampai Banyuwangi, Jawa Timur.

Jalan tol Cikapali atau tol Cikampek-Palimanan ini biaya pembangunannya menggunakan skema PPP atau Private Public Partnership atau biasa disebut dengan KPS atau Kerjasama Pemerintah Swasta yang memiliki tujuan untuk peningkatan kapasitas jaringan jalan dan juga untuk mendorong pengembangan di kawasan pendukung khususnya wilayah Jawa Barat. Pembangunan tol Cikampek-Palimanan ini sendiri dilaksanakan oleh PT LMS atau Lintas Marga Sedaya yang juga biasa disebut dengan Linmas dengan komposisi pemegang saham 55% oleh operator jalan raya asal negeri jiran, Plus Expressways dan sebesar 45% oleh PT Baskhara Utama.

Proyek pembangunan tol Cikampek-Palimanan ini dimulai tahap pembangunannya sejak seremoni peletakkan batu pertama atau groundbreaking yang dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada tanggal 8 Desember 2011. Pekerjaan konstruksi pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan ini dilaksanakan oleh konsorsium PT KGNRC atau PT Nusa Raya Cipta Joint Operation dengan PT Karabha Griyamandiri. Jalan tol Cikapali atau tol Cikampek-Palimanan ini dibuat di atas lahan dengan luas kurang lebih 1.080,69 hektare yang terbagi menjadi 6 seksi, yaitu seksi I Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 km, seksi II Kalijati-Subang sepanjang 9,56 km, seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31,37 km.

Seksi IV Cikedung-Kertajati sepanjang 17,66 km, seksi V Kertajati-Sumberjaya sepanjang 14,51 km dan terakhir sesi VI Sumberjaya-Palimanan sepanjang 14,53 km. Jalan Tol Cikampek Palimanan ini mempunyai 8 tempat peristirahatan atau rest area dan 7 tempat pertukaran yaitu Cikopo, Subang, Kalijati, Kertajati, Cikedung, Sumberjaya dan Palimanan. Jalan tol Cikapali ini juga mempunyai 7 simpang susun. Penamaan jalan tol Cikapali ini sendiri menuai kontroversi. Dan yang paling kentara adalah protes yang dilayangkan oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Bupati Purwakarta tersebut memprotes keras terkait dengan penamaan jalan tol tersebut dengan nama tol Cipali atau Cikampek-Palimanan, pasalnya menurut beliau lokasi hulu dari ruas jalan tol tersebut terletak di daerah Cikopo, Purwakarta bukannya di daerah Cikampek, Kabupaten Karawang. Dedi juga mencontohkan kesalahan yang terjadi pada masa lalu dalam penamaan jalan tol Jakarta -Cikampek. Yang secara geografis lokasi simoang susun serta pintu gerbang dari jalan tol Cikapali tersebut memang berada di Desa Cikopo, Bungursari, Purwakarta, yang jika diukur jarak antara simpang susun serta gerbang tol dengan tapal batas antara Cikopo dengan Cikampek masih 3 km.

Dan akhirnya setelah jalan tol tersebut selesai dibangun ditandai dengan sebuah acara seremonial peresmian jalan tol tersebut yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2015 atau tanggal 28 Sya’ban 1436 H oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pada saat peresmian tersebut jalan tol Cikapali atau tol Cikampek-Palimanan akhirnya diganti dengan nama jalan tol Cipali atau tol Cikopo-Palimanan. Dengan hadirnya tol Cipali diharapkan akan mampu memberikan suatu dorongan akan pertumbuhan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat serta kemajuan daerah-daerah di wilayah sekitarnya.

Dalam kurun waktu 10 hari setelah jalan tol Cipali diresmikan secara langsung oleh Presiden Jokowi, setidaknya terjadi 30 insiden kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol Cikopo-Palimanan tersebut yang mengakibatkan beberapa orang tewas dan luka-luka. Dan hal tersebut tentu mendapat banyak sorotan dari berbagai pihak, dan terkait dengan beberapa insiden tersebut masyarakat akhirnya menilai bahwa sarana pendukung yang ada di jalan tol tersebut menjadi pemicunya. Misalnya saja keberadaan rest area yang pada saat itu belum berfungsi semua sehingga “memaksa” pengendara untuk melaju secara terus menerus.

Kekurangan Jalan Tol Cikampek Palimanan

Dan tanpa mengesampingkan keistimewaan yang dimiliki oleh jalan tol Cipali ini, maka harus diakui jika jalan tol tersebut memang masih mempunyai beberapa kekurangan. Yang mana beberapa kekurangan tersebut secara bertahap akan segera tercover dengan adanya perbaikan-perbaikan yang terus dilakukan. Diantara kekurangan yang dimiliki oleh jalan tol Cipali ini antara lain adalah minimnya tempat peristirahatan. Kondisi ini tentu saja kini sudah sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kondisi awal sejak peresmian jalan tol Cipali ini. Di mana pada saat sering terjadinya kecelakaan, rest area di kawasan tol Cipali ini memang belum semua tempat peristirahatan bisa digunakan.

Dan sekarang semua rest area di jalan tol Cipali telah bisa digunakan dengan nyaman. Dan kekurangan lain yang juga sempat menjadi perhatian publik adalah kurangnya fasilitas toilet di sepanjang ruas jalan tol Cipali. Dan kondisi tersebut memang terjadi pasca jalan tol ini diresmikan, pada waktu itu memang toilet sangat terbatas karena hanya ada di rest area kilometer 102. Dan tentu saja kondisi saat ini sangatlah jauh berbeda di mana semua rest area yang disediakan sebuah beroperasi dengan baik termasuk jumlah toilet yang cukup memadai sehingga kini tak perlu antre lagi bagi pengendara yang ingin sekedar menyegarkan badan.

Dan salah satu kekurangan lain yang juga sempat menjadi sorotan publik adalah karakter jalan yang cenderung sangat landai. Dengan kondisi jalan yang seperti itu membuat beberapa pihak menuding jika penyebab sering terjadinya kecelakaan di ruas jalan tol Cipali tersebut. Tetapi jika ditelisik lebih mendalam sering terjadinya kecelakaan penyebabnya adalah human error bukan salah kontur jalan yang landai tersebut. Jika saja para pengendara lebih bijaksana dalam berkendara tentu saja kecelakaan akan jarang atau bahkan tak akan terjadi. Banyak juga pihak yang menyatakan bahwa kondisi jalan yang cenderung landai tersebut merupakan kelebihan yang dimiliki oleh jalan tol Jalan Tol Cikampek Palimanan.

Deskripsi: Jalan Tol Cikampek Palimanan merupakan nama yang digunakan sebelum akhirnya jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut menggunakan nama jalan tol Cipali atau tol Cikopo-Palimanan.