Progres Jalan Tol Cisumdawu, Cileunyi-Sumedang-Dawuan

Jalan Tol Cisumdawu

Tol Cisumdawu merupakan sebuah jalan tol dengan panjang kurang lebih 60 km yang merupakan bagian dari JTTJ atau Jalan Tol Trans Jawa yang terletak di Jawa Barat dan menghubungkan antara Cileunyi-Sumedang-Dawuan maupun Tol Padaleunyi dengan Tol Palimanan-Kanci, dan total lahan yang diperuntukkan untuk pembangunan Tol Cisumdawu ini kurang lebih seluas 825 ha. Proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu ini sendiri ditargetkan rampung pada tahun 2017 mendatang. Lantas seperti apakah progress perkembangan dari proyek pembangunan tol Cisumdawu tersebut? simak dalam ulasan singkat mengenai perkembangan pengerjaan tol Cisumdawu berikut ini.

Perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto beserta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan melakukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama proyek pembangunan tol Cisumdawu pada tanggal 29 November 2011 yang lalu. Acara seremoni peletakkan batu pertama tersebut berlokasi di interchange Rancakalong tepatnya Desa Citali, Kelurahan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Dengan seremoni tersebut dimaksudkan sebagai pernyataan kesungguhan serta bukti keseriusan pemerintah dalam pembangunan jalan tol tersebut dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan beban jalan Cadas Pangeran selain itu untuk mengatasi titik macet dari Cileunyi hingga ke Ujungjaya serta Dawuan, demikian ujar Menteri Pekerjaan Umum di sela-sela acara goroundbreaking tersebut.

Kondisi Cadas Pangeran yang semakin memprihatinkan tentu saja menjadi salah satu alasan segera dibangunnya tol Cisumdawu ini, kondisi Cadas Pangeran kini sangat kritis dan tinggal menunggu ambruk pasalnya selalu dilalui kendaraan jauh diatas ambang batas. Selain itu kemacetan yang sering terjadi yang membuat waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama tentu saja juga menjadi salah satu alasan pembangunan tol Cisumdawu ini. Kemacetan yang sering terjadi memang sudah terlewat parah, sehingga waktu tempuh antara Bandung-Sumedang yang dalam kondisi lancar bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam kini bisa sampai 3 jam.

Dengan kehadiran tol Cisumdawu ini nantinya diharapkan akan mampu memangkas waktu tempuh waktu perjalanan yang dibutuhkan antara Bandung-Sumedang sehingga waktu perjalanan yang dibutuhkan akan berkurang sangat drastis, melalui tol Cisumdawu nanti waktu yang diperlukan hanya sekitar kurang lebih 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam. Pembangunan jalan tol Cisumdawu ini sendiri sebenarnya telah digagas sejak tahun 2005 namun karena beberapa kendala yang muncul akhirnya pembangunan jalan tol tersebut baru bisa dimulai tahap pengerjaannya pada tahun 2011. Diantara permasalahan yang dihadapi dalam proses pembangunan tol Cisumdawu antara lain adalah masalah pembebasan lahan.

Seperti yang dikatakan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa bahwa masih ada beberapa masalah yang menghambat pembangunan tol Cisumdawu ini, diantaranya adalah masalah tanah kas desa serta tanah wakaf yang belum dibebaskan yang terkait dengan permasalahan ganti rugi lahan. Akan tetapi beliau mengatakan tetap optimis hambatan dan segala permasalahan yang mengganjal laju pembangunan tol Cisumdawu tersebut akan segera teratasi. Koordinasi dengan kementrian Agama telah dilakukan dan untuk masalah mengenai tanah kas juga dalam proses penyelesaian, tambahnya saat berada di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat 27 Juli 2015.

Dan selain terganjal masalah pembebasan lahan, pembangunan Jalan Tol Cisumdawu juga terkendala oleh Undang Undang nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, yang menyebutkan bahwa anggaran serta dana pembebasan lahan hanya bisa disalurkan lewat BUMN yang mendapat tugas khusus tersebut terkait hal dari pemerintah. Itu artinya pemegang kendali dalam setiap proses terkait pembebasan lahan berada di tangan Badan Pertanahan Nasional. Oleh karena itu kini pemerintah berusaha untuk mengebut pembebasan lahan agar target penyelesaian tol Cisumdawu ini bisa segera terealisasi.

Pembangunan tol Cisumdawu ini terbagi menjadi 6 seksi, seksi pertama Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 km, seksi kedua Rancakalong-Sumedang sejauh 17,150 km, seksi ketiga Sumedang-Cimalaka sejauh 3,750 km, seksi keempat Cimalaka-Legok sejauh 7,200 km, seksi kelima Legok-Ujung Jaya sejauh 15,900 km dan seksi terakhir atau seksi keenam Ujung Jaya-Kertajati sejauh 4,048 km. Dan dari semua seksi, seksi kedua merupakan seksi yang paling siap untuk dituntaskan pembangunannya, pasalnya untuk seksi kedua ini proses pembebasan lahan sudah mencapai 93% serta fase kedua hampir mencapai 80,12%.

Untuk itu pembangunan tol Cisumdawu ini akan dimulai dari seksi kedua karena presentase pembebasan lahan seksi kedua paling siap jika dibandingkan dengan seksi yang lainnya, begitu menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional atau BBPJN IV Ditjen Bina Marga Kementrian PUPERA, Bambang Hartadi pada Selasa, 15 September 2015 lalu. Menurutnya jika pembangunan dipaksakan dari seksi pertama dan andai suatu saat jalan di Cadas Pangeran terputus maka kota Sumedang tentu secara otomatis akan terisolasi, dan jika pembangunan dimulai dari seksi kedua maka jalan yang telah selesai nantinya bisa menjadi sebuah jalan alternatif untuk meringankan beban Cadas Pangeran tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hediyanto W Husaini telah menandatangi kontrak untuk pembangunan tol Cisumdawu seksi kedua Rancakalong-Sumedang fase kedua pada tanggal 15 September 2015, beliau mengatakan bahwa penandatanganan kontrak tersebut merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dengan dana pinjaman dari Tiongkok. Pengerjaan fase kedua tersebut dilakukan oleh kontraktor konsorsium Metallurgical Corporation of China Ltd, PT Nindya Karya (persero), PT Wijaya Karya (persero) serta PT Waskita Karya (persero).

Dan menurut rencana jika pembangunan seksi kedua ini telah selesai pengerjaannya maka proses pembangunan baru akan dilanjutkan pada seksi pertama, Cileunyi-Rancakalong. Bambang Hartadi juga mengimbuhkan, pembangunan seksi pertama nantinya akan bisa berjalan dengan cepat proses pembangunannya lantaran pihaknya juga tengah menggenjot penyelesaian permasalahan tanah yang dioptimalkan untuk bisa selesai akhir tahun. Dan pembangunan seksi kedua fase kedua dari ruas tol Cisumdawu tersebut akan mencakup jalur darat dengan panjang kurang lebih 10 km serta terowongan dengan panjang 500 meter. Dan keseluruhan biaya untuk pembangunan tersebut bernilai tak kurang dari Rp 3,48 triliun yang berasal dari dana pinjaman.

Tol Cisumdawu yang akan menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan merupakan suatu proyek investasi dan kerjasama antara pemerintah dengan swasta seperti yang tersurat dalam dokumen PPP 2012 Bappenas dengan dana talangan dari Tiongkok. Pembangunan jalan tol tersebut sampai saat ini masih terus berjalan tahap demi tahap dan sepatutnya berbagai pihak juga turut memberi dukungan demi percepatan pembangunan jalan tol tersebut sehingga akan segera tercapai tujuan serta harapan yang melatar belakangi pembangunan tol Cisumdawu Cileunyi-Sumedang-Dawuan tersebut. Demikian sedikit ulasan mengenai perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.

Deskripsi: Jalan Tol Cisumdawu merupakan sebuah jalan tol yang merupakan bagian dari JTTJ atau Jalan Tol Trans Jawa yang terletak di Jawa Barat dan menghubungkan antara Cileunyi-Sumedang-Dawuan.