Info Jalan Tol, Perkembangan Pembangunan Tol Soroja

Info Jalan Tol

Info Jalan Tol berikut ini adalah informasi yang terkait dengan pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja yang berada di kawasan stadion kebanggaan masyarakat warga Bandung, Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten bandung. Jalan tol Soreang-Pasir Koja atau yang disingkat tol Soroja ini diharapkan bisa menjadi suatu pemicu pergerakan perekenomian yang tengah mengalami perlambatan seperti yang sekarang ini terjadi dan sekaligus juga sebagai sarana pendukung Pekan Olahraga Nasional atau PON XIX yang akan diselenggarakan di Jawa Barat pada bulan September tahun depan. Lantas seperti apakah kini perkembangan pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja ini? Simak dalam ulasan singkat berikut ini.

Perkembangan pembangunan dan Info Jalan Tol Soroja terkini

Dibangunannya jalan tol dengan panjang 8,15 km tersebut diharapkan mampu menjadi urat nadi baru di kota Bandung sekaligus sebagai pendorong pergerakan ekonomi masyarakat saat ini yang tengah lesu dan cenderung mengalami perlambatan. Dan dengan dibangunnya jalan tol Soreang-Pasir Koja juga ditujukan untuk mendukung pelaksanaan PON atau Pekan Olah Raga Nasional XIX di mana Jawa Barat akan menjadi tuan rumahnya begitu ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bapak Basuki Hadimuljono di sela-sela acara peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan jalan tol Soroja pada hari Kamis, 10 September 2015 lalu.

Groundbreaking atau peletakkan batu pertama yang dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bapak Basuki Hadimuljono dan Bupati Bandung, Dadang Naser serta Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan juga Direktur PT Citra Marga Lintas Jabar, Bagus Medi beserta beberapa pihak lainnya dilaksanakan pada tanggal 10 September 2015 tersebut berlokasi di kawasan stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Lokasi tersebut dipilih sebagai tempat berlangsungnya seremoni groundbreaking dikarenakan jalan tol Soroja tersebut nantinya akan menjadi jalan tol penghubung kota Bandung dengan stadion kebanggaan warga Bandung pada pelaksanaan PON tahun 2016 mendatang.

Pembangunan tol Soreang-Pasir Koja tersebut rencananya akan dibangun dengan menerapkan struktur atgrade yang dibagi menjadi 3 seksi. Tol Soroja tersebut nantinya juga akan memiliki 3 interchange, yakni Pasir Koja, Marga Asih serta Katapang dengan 6 buah gerbang tol. Perncanaan pembangunan jalan tol tersebut ditargetkan akan rampung dalam waktu 1 tahun, itu artinya tahun 2016 tol Soreang-Pasir Koja tersebut sudah bisa beroperasi jika tak ada suatu halangan yang berarti, dan yang tentu saja dengan hadirnya jalan tol tersebut akan menjadi suatu solusi tersendiri bagi masalah akses dari maupun menuju kota Soreang.

Manfaat lain dari kehadiran jalan tol Soreang-Pasir Koja antara lain adalah akan terbukanya akses wilayah Kabupaten Bandung di bagian selatan baik dari atau menuju kota Bandung atau kota-kota lainnya yang terhubung dan terintegrasi dengan jaringan tol Padaleunyi. Dan tak bisa dipungkiri bahwa dengan hadirnya jalan tol Soroja yang kini tengah berlangsung tersebut nantinya akan membawa dampak yang sangat positif bagi masyarakat, misalnya saja akan menjadi pendorong peningkatan arus pergerakan barang, modal maupun orang, sehingga tentu saja kesejahteraan warga masyarakat akan semakin meningkat akibat dari kelancaran dari pergerakan dari beberapa hal yang disebutkan tadi.

Sebagai Info Jalan Tol tambahan mengenai perkembangan pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja ini, target pembangunan jalan tol Soroja tersebut akan selesai pada bulan September 2016 dan masa konsesinya selama 45 tahun, demikian menurut Bagus Medi selaku Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar di sela-sela kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan jalan tol Soroja tersebut. Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar tersebut juga menuturkan bahwa sangat penting bagi pengembangan jalan tol Soreang-Pasir Koja ini adanya suatu dukungan dengan infrastruktur maupun akses penunjang yang lainnya baik yang menuju atau dari tol Soroja tersebut, sehingga harapan akan percepatan pembangunan di kawasan Bandung Selatan akan bisa tercapai dengan sangat maksimal.

Berdasarkan pada suatu studi, kehadiran jalan tol Soreang-Pasir Koja ini nantinya akan menyebabkan peningkatan volume lalu lintas yang terjadi pada enam koridor yang ada, dan berdasarkan pada sebuah perhitungan akan menyebabkan kenaikan volume per kapasitas, yaitu koridor Pasir Koja-Bandung Super Mall akan mengalami kenaikan sebesar 52%, Pasir Koja-Ciwalk akan mengalami kenaikan 44%, Pasir Koja-Bandung Indah Plaza akan mengalami kenaikan sebesar 14%, Pasir Koja-Paris van Java akan mengalami kenaikan 30%, Pasir Koja-Bandung Elektronik Mall akan mengalami kenaikan 3% dan Pasir Koja-Kawasan Dago akan mengalami kenaikan sebesar 29%.

Dan berdasarkan suatu studi penanganan terhadap dampak kenaikan tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan manajemen perencanaan yang penerapannya diantaranya dengan membuat suatu regulasi untuk menurunkan kepadatan lalu lintas serta membuat transit oriented development, di mana akan mengurangi kendaraan yang menuju ruas-ruas jalan yang padat. Manajemen lalu lintas yang bisa dilakukan dengan manajemen kapasitas bisa dilakukan dengan cara perbaikan persimpangan dan manajemen ruas jalan dengan menerapkan pemisahan tipe kendaraan, batasan tempat belok, koordinasi lampu dan sistem satu arah.

Selain itu manajemen prioritas bisa dilakukan dengan memberikan prioritas untuk kendaraan penumpang umum dengan angkutan massal tentunya dengan alasan efisiensi maupun manajemen demand bisa dilakukan dengan merubah rute kendaraan yang ada pada jaringan, merubah moda perjalan angkutan pribadi menjadi angkutan umum dan kontrol pada penggunaan tata guna lahan. Pihak PT Citra Marga Lintas Jabar atau CMLJ sendiri sangat optimis jika pembangunan jalan tol Soroja tersebut akan selesai sebelum target yang ditetapkan.

Dengan adanya jalan tol Soreang-Pasir Koja ini nanti menurut dirut PT Citra Marga Lintas Jabar, tentunya akan semakin bisa memaksimalkan segala potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Bandung, khususnya potensi sektor pariwisata. Sehingga nantinya Kabupaten Bandung akan mampu menjadi primadona baru dalam bidang pariwisata di Jawa Barat. Jalan tol Soroja dengan nilai investasi tak kurang dari Rp 1,5 trilirun diharapkan bisa merangsang para pelaku usaha untuk melakukan investasi seperti yang terjadi pasca dibangunnya jalan tol Cipali.

Banyak pihak tentunya yang mendukung percepatan pembangunan tol Soreang-Pasir Koja tersebut, dan jalan tol Soroja sendiri diharapkan akan menjadi suatu jalan tol dengan kualitas yang terbaik yang tentunya juga mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan serta tak mengensampingkan kelestarian lingkungan sehingga bisa dijadikan suatu contoh yang baik untuk pembangunan jalan tol yang lain, dan bukan hanya di Indonesia akan tetapi juga di luar negeri. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Walikota serta Bupati Bandung dan jajarannya mendorong proses pengadaan tanah agar nantinya pembangunan jalan tol ini selesai tepat biaya dan waktu. Demikian sedikit ulasan mengenai Info Jalan Tol.

Deskripsi: Info Jalan Tol terkait pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja yang sampai saat ini dalam tahap pengerjaan memang menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk selalu dinantikan.